Tuesday, November 10, 2009

Isu Kapolri dan KPK (Cicak Vs Buaya)


sejak dari akhir bulan lalu kemarin, media dan pers sedang gencar-gencarnya memberitakan masalah yang sudah jelas menyangkut masalah yang sudah mengakar sejak jaman penjajahan dulu. yah KKN. sejak kasus Bank Century yang belum tuntas (yang mungkin ada kaitannya dengan kasus sekarang) dan juga adanya teori konspirasi dalam kasus yang menimpa ketua KPK non-aktif mas Bibit-Chandra.

saya, karena berhubung ketinggalan berita soal isu in langsung cek google dan ternyata keyword "cicak vs buaya" sudah mencapai 207.000 terhitung saya akses hari ini dan mungkin akan terus berkembang dengan adanya opini masyarakat selaku juga saya sebagai seorang blogger dan warga negara yang berhak menyuarakan pendapat soal isu yang digembar-gemborkan ada hal yang sudah jelas yang awalnya di tutup-tutupi ini menjadi terbuka oleh masyarakat.

* note : khusus untuk artikel ini saya akan banyak mengambil rujukan link blog artikel yang membahas permasalahan yang sama (cicak vs buaya)

http://blogombal.org/2009/11/06/permainan-bahasa-dalam-cicak-vs-buaya/

sejak media menuliskan isu KPK ini menjadi sebuah istilah "Cicak Vs Buaya" dan ironisnya yang pertama menyerukan istilah tersebut ke media adalah Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. ironis bukan? ketika sang jendral polisi mengomentari kasus yang melibatkan transkrip tersebut dan juga ketua non aktif KPK. dan sudah jelas dia memberi komentar sebagai berikut:

"...Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa"

dikutip dari detiknews.com

nah coba baca baik-baik pernyataan tersebut. apa pihak kepolisian seperti tak sengaja membocorkan atau memang ada "sesuatu" dibalik kalimat yang dia sampaikan barusan? Ya, permainan bahasa memang bisa membuat banyak spekulasi dan sayangnya, orang cenderung berbicara tanpa berfikir dahulu. (maaf, saya bukan menyinggung pihak kepolisian tapi ini sebuah fakta publik yang lumrah) dan beberapa hari setelah pernyataan tersebut. Kapolri langsung membuat pernyataan meminta maaf soal hal tersebut.

saya jadi ingat dengan kasus Evan Brimob yang di Facebook itu yang sampe ada fans yang mendukung agar orang yang bersangkutan mengundurkan diri karena memasang status

"...Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil"

nah lihat lagi kata "cicak kecil" yang mengacu kepada orang lemah. mungkinkah hukum di Indonesia ini sudah mundur kembali dan akhirnya kita terjebak ke dalam Orde Baru lagi?

http://news.okezone.com/read/2009/09/11/59/256588/59/babak-baru-cicak-vs-buaya

perseteruan kasus Kapolri Vs KPK akhirnya memasuki babak baru. (silahkan klik link yang bersangkutan untuk membaca beritanya secara lanjut). disini dihubungkan kembali antara Testimoni Antasari Azhar dengan Anggoro Widjojo mengenai rekaman percakapan mereka di Singapura (ngomong-ngomong kenapa harus di singapura? tidak sadarkah kalau masih bisa disadap?) dan di dalam rekaman percakapan tersebut Antarsari menyebutkan bahwasannya dia menerima "uang" untuk penarikan kasus PT. Masaro yang sudah jelas adalah "you-know-who" yang masih bisa membantah dengan adanya transkrip percakapan yang akhirnya sudah di publikasikan ke media massa dan televisi.

sebuah hal ironis memang KPK yang berurusan dengan korupsi malah menerima suap. bohong sama janjinya kah? ah saya bingung yang mana bisa dipercaya sekarang. yang saya perlukan hanyalah kebenaran dan 1 hal mengapa orang yang tidak dituduh bersalah harus di tunjuk sebagai suspect dan harus masuk penjara, seakan-akan kasus super besar ini kalau diketahui kebenarannya akan membuat geger seluruh instansi pemerintah di dewan komisi DPR dan antek-anteknya serta yang kata mereka soal "mafia" di DPR. entahlah, ini hanya sekedar opini saja.

dan sebelum saya mengakhiri artikel ini saya akan memberi sebuah link histori dari kasus ini.

http://nusantaranews.wordpress.com/2009/07/13/gerakan-cicak-dan-kisah-cicak-melawan-buaya-kpk-vs-polri/

akhir kata, DUKUNG KEBENARAN!! dan MAJU TERUS KPK...

Misc: Download Ringtone KPK Di dadaku sebagai bentuk dukungan terhadap KPK.

KPK di Dadaku

dan kunjungi blog http://membelakpk.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

Mohon tinggalkan komentar. dan anda bisa menggunakan beberapa Tag HTML.

bagi user awam silahkan pilih opsi Nama/Url di menu drop down.

dan bagi user blogger bisa menggunakan ID Google atau bloggernya.

Terima Kasih

News on Indonesiantunes.com